Park Jimin
(Irene Fitriana Wahyuni)
'Hoaaammmhh!!!"
berulang kali aku menguap, nyaris terjungkal ke dunia mimpi. Satu-satunya yang
membuatku tetap terjaga adalah kenyataan bahwa aku belum menyelesaikan
tugasku. Ingin kutinggalkan saja layar laptop di hadapanku, berpaling dari
RPP yang belum kurampungkan.
Berpikir apa yang
dilakukan Park Jimin, kekasihku, di dalam sana, membuatku memutuskan untuk
berlari ke arahnya. Kuayunkan daun pintu, menampakan ranjang empuk tempat
seharusnya ia menyenderkan dirinya, sembari membaca buku kesayangannya. Ia tak
ada disana. Hatiku mencelus, bahuku melorot, aku ingin berteriak 'dimana Park
Jimin-ku?!' namun kekecewaan ini menyerap habis seluruh tenagaku.
Sebelum aku
berfikir untuk kembali, sepasang lengan kokoh dibalik pakaian hangatnya
menyelinap di antara pinggangku, melingkar di perutku. Park Jimin memelukku
dari belakang. Dia menahan langkahku. Dia juga mengembalikan semangat yang
sempat pergi dari diri ini. Dagunya ia tempelkan pada bahuku, membuatku
bergidik geli saat napas hangatnya membelai kulit leherku yang sensitif akan
sentuhan sekecil apapun. Ia mendaratkan sebuah kecupan di balik telingaku.
"Mencariku?"
Bisiknya dengan suaranya yang dalam, dan tak pernah bosan untuk kudengar.
Pipiku merona merah
saat dia kembali mendaratkan kecupannya di pipiku dan memelukku dengan erat.
Kubiarkan senyumku terkembang, hanya agar dia tahu, bahwa aku memang sedang
mencarinya. Mencari cintaku.
___
Pict: Lovemoment

Tidak ada komentar:
Posting Komentar